90 North by Randall Jarell

March 19th, 2008 by agno3

90 North
Randall Jarrell

At home, in my flannel gown, like a bear to its floe,
I clambered to bed; up the globe’s impossible sides
I sailed all night—till at last, with my black beard,
My furs and my dogs, I stood at the northern pole.

There in the childish night my companions lay frozen,
The stiff furs knocked at my starveling throat,
And I gave my great sigh: the flakes came huddling,
Were they really my end? In the darkness I turned to my rest.

—Here, the flag snaps in the glare and silence
Of the unbroken ice. I stand here,
The dogs bark, my beard is black, and I stare
At the North Pole . . .
And now what? Why, go back.

Turn as I please, my step is to the south.
The world—my world spins on this final point
Of cold and wretchedness: all lines, all winds
End in this whirlpool I at last discover.

And it is meaningless. In the child’s bed
After the night’s voyage, in that warm world
Where people work and suffer for the end
That crowns the pain—in that Cloud-Cuckoo-Land

I reached my North and it had meaning.
Here at the actual pole of my existence,
Where all that I have done is meaningless,
Where I die or live by accident alone—

Where, living or dying, I am still alone;
Here where North, the night, the berg of death
Crowd me out of the ignorant darkness,
I see at last that all the knowledge

I wrung from the darkness—that the darkness flung me—
Is worthless as ignorance: nothing comes from nothing,
The darkness from the darkness. Pain comes from the darkness
And we call it wisdom. It is pain.

pandangan pertama

February 22nd, 2008 by agno3

Lamaku memendam rasa di dada 

Mengagumi indahmu wahai jelita

Tak dapat lagi kuucap kata

Bisuku diam terpesona

Dan andai suatu hari kau jadi milikku

Tak akan kulepas dirimu kasih

Dan bila waktu mengijinkanku

untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti mengagumi dirinya

Seiring dengan berjalannya waktu

Akhirnya kita berdua bertemu

oh diriku tersipu malu

melihat sikapmu yang lucu

Dan andai suatu hari kau jadi milikku

Tak akan kulepas dirimu kasih

Dan bila waktu mengijinkanku

untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku

‘tuk membuatnya menjadi

milikku

Sayangku

Kasihku

Oh cintaku

She’s all that I need

Dan bila kita bersama

Kan kujaga dirimu untuk selamanya

Oh terima cintaku
ye ye ye

Kurasa ku t’lah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku

‘tuk membuatnya menjadi milikku

Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

liburan

December 29th, 2007 by agno3

hohoho …
natal yang sangat indah seperti tahun lalu…
ga bisa ngerayain breng keluarga …
ga bisa ngerayain bareng temen2 di kampung huhuhu …
but fine siapa tahu Bos diatas udah ada rencana bagi aku …
mungkin lebih baik merayakan natal dalam hening sambil merenungkan apa
aja yang udah kita lakuin selama ini … menelaah setiap kelakukan kita
selama ini … hmmmm
tpi pengalaman selama libur natal ini boleh juga …
bagi anak kos seperti aku
hari raya = kelaparan … arghhhh…
bnyak warteg, rumah makan,sampe nasi kucing gulung tikar … ( oh no!!!)
but last not least ( lho ??) ada satu warteg yang masih buka … dengan hati yang berbunga - bunga aku pergi kesana …
disambut dengan senyum ramah penjaga warteg yang dengan gembiranya
mengatakan " maaf mas tinggal telur ceplok " …oh no ….? TEGANYA
dikau menyisakan cuma telur ceplok bagi diriku yang masih dalam masa
pertumbuhan ini??? (ps: ga semua yang loe dengar itu bener).
akhirnya dengan perasaan penuh lapang dada dan syukur aku menikmati
separo porsi nasi
selembar telur ceplok
sekeping kerupuk kalengan
… dan tdak lupa segelas teh PANASSS di siang hari di bawah langit
semarang yang puanasss bukan main(ps:jangan banyak - banyak gunain
AC,soalnya kata aktivis lingkungan kita mesti stop yang namanya global
warning)… what???(sejak kecil aku fobia sama sesuatu yang
anget2/lidah kucing)katanya "Wah mas,tukang es nya lagi liburan jdinya
esnya ga ada"
dalam hati aku termenung membayangkn nasib temen2 mahasiswa fakultas
lain yang juga ga bisa pulang dan terjebak dalam siotuasi antara TEH
PANAS vs MATAHARI yang lagi rajin - rajinnya … menunjukkan
keperkasaannya …
satu - satunya pelarian adalah pulang dan berteduh dibawah kipas angin MASPION ku yang udah terseok - seok ketuaan…but …
LISTRIK MATI !!!! oh no …
…PS:liburan itu sangat penting untuk kesehatan jasmani dan rohani , jadi manfaatin baek2.